BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Tuntutan akan lulusan lembaga pendidikan yang bermutu
semakin mendesak karena semakin ketatnya persaingan. Namun
banyak menghadapi masalah-masalah misalnaya,perannan-peranan
Pendidikan dan bagaimana meningkatkan mutu Pendidikan yang ditemukan dari
kalangan masyarakat.
Dengan tugas
makalah yang diberikan Bapak.Endik Deni Nugroho,S.Pd sebagai dosen mata kuliah
“Pengantar Ilmu Pendidikan” kami berharap supaya bisa menyelesaikan masalah-masalah di atas . Pusat pendidikan meliputi lingkungan
masyarakat tertentu tempat ia mengalami pendidikan.menurut Ki Hajar dewantara lingkungan keluarga, lingkungan sekolahan lingkungan masyarakat, yang
disebut tripusat pendidikan.Sekolah pada umumnya suatu tempat menimba
Ilmu sedangkan Pendidikan adalah suatu kegiatan secara sadar serta di sengaja
yang dilakukan untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan
diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
Untuk lebih memperjelas
permasalahan yang dimunculkan dikemukakan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut
:
1.
Apa peranan sekolah dalam pendidikan?
2.
Bagaimana meningkatkan mutu pendidikan di sekolah?
1.3 TUJUAN
PENULISAN MAKALAH
1.
Untuk mengetahui apa saja peranan sekolah dalam pendidikan
2.
Untuk mengetahui apa hubungan sekolah dengan pendidkan
3.
Memenuhi tugas mata kuliah “ Ilmu Pengantar Pendidikan”
yang diberi oleh Bapak Endik Deni Nugroho,S.Pd sebagai dosen kami.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Peranan sekolah dalam pendidikan ?
Sebelum melangkah lebih jauh untuk membahas makalah ini
,perlu kita pahami terlebih dahulu apa itu sekolah dan Pendidikan.
A.
Sekolah
Sekolah
merupakan tempat dimana anak didik ,kita maupun seseorang mendapatkan Ilmu
Pendidikan
B.
Pendidikan
Dalam arti luas,
pendidikan adalah berusaha membangun seseorang untuk lebih dewasa. Atau
Pendidikan adalah suatu proses transformasi anak didik agar mencapai hal hal
tertentu sebagai akibat proses pendidikan yang diikutinya Sebaliknya menurut
jean praget pendidikan berarti menghasilkan atau mencipta walaupun tidak
banyak. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan
individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan
dan sepanjang hidup.
Menurut miramba,
pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap
perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terbentuknya kepribadian yang
utama.Dalam Islam pendidikan didefinisikan sebagai berikut, bimbingan yang
diberikan oleh seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal
sesuai dengan ajaran Islam. Lebih jelasnya pendidikan adalah setiap proses
di mana seseorang memperoleh pengetahuan, mengembangkan kemampuan/keterampilan
sikap atau mengubah sikap.Secara garis besar, Pendidikan mempunyai fungsi
sosial dan individual. Fungsi sosialnya adalah untuk membantu setiap individu
menjadi anggota masyarakat yang lebih efektif dengan memberikan pengalaman
kolektif masa lampau dan kini. Fungsi individualnya adalah untuk memungkinkan
seorang menempuh hidup yang lebih memuaskan dan lebih produktif dengan
menyiapkannya untuk menghadapi masa depan (pengalaman baru). Proses pendidikan
dapat berlangsung secara formal seperti yang terjadi di berbagai lembaga
pendidikan. Ia juga berlangsung secara informal lewat berbagai kontak dengan
media komunikasi seperti buku, surat kabar, majalah, TV, radio dan sebagainya
atau non formal seperti interaksi peserta didik dengan masyarakat sekitar. Sedangkan
secara etimologi paedagogie bersal dari bahasa
yunani,terdiri dari kata “PAIS”, yang artinya anak, dan”AGAIN” di terjemahkan membimbing
jadi, Paedagogie yaitu bimbingan yang di berikan kepada anak.Secara
definitif Pendidikan (Padagogie)
diartikan oleh para tokoh pendidikan sebagai berikut;
a)
John Dewey
Pendidikan adalah: proses pembentukan
kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan
manusia.
Mendidik adalah: membantu anak supaya
ia cukup cakap menyelenggarakan tugas hidupnya
atas tanggungjawabnya sendiri.
c)
Prof. Dr. M.Y.Langeveld
Mendidik adalah: mempengaruhi anak dalam
usaha membimbingnya supaya menjadi dewasa.
d)
SA. Bratanata dkk.
Pendidikan adalah: usaha yang sengaja
di adakan baik langsung maupun dengan cara tidak langsung untuk membantu anak dalam
perkembangannya mencapai kedewasaannya.
e)
Rousseau
Pendidikan adalah: member kita perbekalan
yang tidak ada pada masa anak-anak, akan tetapi kita membutuhkanny apa da waktu
dewasa.
f)
Ki Hajar Dewantara
Mendidik adalah: menuntun segala kekuatan
kodrat yang ada pada anak-anak agar merka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat
dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
g)
G B H N
Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan
keperibadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup.
h)
Dr. Sis Heyster
Mendidik adalah: membantu manusia dalam
pertumbuhan,agar ia kelak mendapatkan kebahagian batin yang sedalam-dalamnya
yang dapat tercapai olehnya dengan tidak menganggu orang lain.
Menurut pandangan
penulis dalam hal ini pendidikan pada hakekatnya suatu kegiatan yang secara
sadar dan di sengaja dan penuh tanggung jawabyang dilakukan oleh orang dewasa
kepada anak sehingga timbul intereaksi dari keduanya agara anak tersebut
mencapai kedewasaan yang di cita-citakan dan berlangsung terus-menerus.
Pendapat di atas dapat
disimpulkan bahwa pedidikan adalah: pengaruh, bantuan atau tuntutan yang di
berikan oleh orang yang bertanggung jawab kepada anak didik.
Dari peguraian di atas,sudah terlihat jelas bahawa sekolah mempunyai
peran dalam pendidikan.karena pengaruhnya besar sekali dalam jiwa anak.dan juga
sekolah merupakan lembaga pendidikan kedua setelah orang tua.
Pemerintah mendidik bangsanya untuk menjadi
seorang ahli yang sesuai dengan bidang dan bakatnya si anak didik khususnya ilmu
pedidikan yang berguna bagi dirinya, dan berguna bagi nusa dan bangsanya.(J.Bactiar
Aftandie,1960).
Di sekolah kita mendapatkan ilmu pendidikan
melalui para pengajar atau yang di kenal dengan istilah Guru.kerena guru adalah
penganti orang tua apabila kita berada disekolah dan yang akan mengajari nilai keagamaan,
nilai kesusilaan,nilai keindahan,nilai kemasyarakatan,nilai kebangsaan. Bagi anak
yang masih besar minatnya untuk kuat fikirannya serta mampu biayanya.Masih bias
melanjutkan studinya keperguruan tinggi selama tiga tahun atau lima tahun.
Mengingat waktu dan pentingnya fungsi sekolah dalam ikut serta pembentukkan pribadi
anak.menurut Jendral Soeharto pada tanggal
2 mei tahun 1967,tugas sekolah yang penting adalah membentuk manusia pancasila sejati
yaitu manusia yang ber “Tauhid”, ber-Perikemanusiaan, ber-Kebangsaan,
ber-Kedaulatan Rakyat dan ber-Keadilan Sosial.
2. Meningkatkan
mutu pendidikan dalam sekolah?
Untuk bisa menghasilkan mutu, menurut Slamet (1999)
terdapat empat usaha
mendasar yang harus dilakukan dalam suatu lembaga
pendidikan, yaitu;
1.
Menciptakan situasi “menang-menang” (win-win solution) dan bukan situasi “kalah menang”diantara
fihak yang berkepentingan dengan lembaga pendidikan (stakeholders). Dalam hal ini terutama antara pimpinan lembaga dengan
staf lembaga harus terjadi kondisi yang saling
menguntungkan satu sama lain dalam meraih mutu produk/jasa
yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tersebut.
2.
Perlunya ditumbuhkembangkan adanya motivasi instrinsik
pada setiap orang yang terlibat dalam proses meraih mutu. Setiap
orang dalam lembaga pendidikan harus
tumbuh motivasi bahwa hasil kegiatannya
mencapai mutu tertentu yang meningkat terus menerus,
terutama sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna/langganan.
3.
Setiap pimpinan harus berorientasi pada proses dan hasil
jangka panjang. Penerapan
manajemen mutu terpadu dalam pendidikan
bukanlah suatu proses perubahan jangka
pendek, tetapi usaha jangka panjang yang
konsisten dan terus menerus.
4.
Dalam menggerakkan segala kemampuan lembaga pendidikan
untuk mencapai mutu yang ditetapkan, harus dikembangkan adanya
kerjasama antar unsur-unsur pelaku
proses mencapai hasil mutu. Janganlah
diantara mereka terjadi persaingan yang
mengganggu proses mencapai hasil mutu
tersebut. Mereka adalah satu kesatuan yang harus
bekerjasama dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain untuk menghasilkan mutu sesuai
yang diharapkan.
Dalam kerangka manajemen pengembangan mutu terpadu,
usaha pendidikan tidak lain adalah merupakan usaha “jasa” yang
memberikan pelayanan kepada pelangggannya, yaitu
mereka yang belajar dalam lembaga pendidikan tersebut (Karsidi, 2000). pelanggan
layanan pendidikan terdiri dari berbagai unsur paling tidak empat kelompok
(Sallis, 1993). Mereka itu adalah pertama yang belajar, bisa merupakan mahasiswa/pelajar/murid/peserta
belajar yang biasa disebut klien/pelanggan primer (primary external customers). Mereka inilah yang langsung menerima
manfaat layanan pendidikan dari lembaga tersebut. Kedua, para klien terkait dengan orang yang mengirimnya
ke lembaga pendidikan, yaitu orang tua atau lembaga tempat klien tersebut bekerja,
dan mereka ini kita sebut sebagai pelanggan sekunder (secondary external customers). Pelanggan lainnya yang ketiga bersifat tersier adalah lapangan kerja bisa pemerintah
maupun masyarakat pengguna output pendidikan (tertiary external customers).
Selain itu, yang keempat, dalam hubungan kelembagaan masih terdapat
pelanggan lainnya yaitu yang berasal dari intern lembaga;
mereka itu adalah para guru/dosen/tutor dan tenaga administrasi
lembaga pendidikan, serta pimpinan lembaga pendidikan (internal customers).
Walaupun para guru/dosen/tutor dan tenaga
administrasi, serta pimpinan lembaga
pendidikan tersebut terlibat dalam proses
pelayanan jasa, tetapi mereka termasuk juga pelanggan
jika dilihat dari hubungan manajemen. Mereka berkepentingan dengan lembaga tersebut
untuk maju, karena semakin maju dan berkualitas dari suatu lembaga pendidikan mereka
akan diuntungkan, baik kebanggaan maupun finansial.Seperti disebut diatas bahwa
program peningkatan mutu harus berorientasi kepada kebutuhan/harapan
pelanggan, maka layanan pendidikan suatu lembaga haruslah memperhatikan
masing-masing pelanggan diatas. Kepuasan dan kebanggaan dari mereka sebagai
penerima manfaat layanan pendidikan harus menjadi acuan bagi program peningkatan
mutu layanan pendidikan.
Potensi perkembangan, dan keaktifan murid
tentu saja merupakan yang paling utama
dalam peningkatan mutu pendidikan.
Perkembangan fisik yang baik, baik jasmani maupun otak,
menentukan kemajuannya. Demikian pula dengan lainnya, misalnya bakat, perkembangan
mental, emosional, pibadi, sosial, sikap mental, nilai-nilai, minat, pengertian,
umur, dan kesehatan; kesemuanya akan mempengaruhi hasil belajar dan mutu seseorang.
Untuk itu, maka perhatian terhadap paserta didik menjadi sangat penting.
seperti yang sudah di jelaskan di atas bahwa sekolah memiliki peran penting
dalam pendidikan yaitu membentuk karakter dan pribadi anak.itu semua bisa berfungsi
dengan maksimal apabila sekolah memiliki tenaga pendidik yang baik sehingga dapat
meningkatkan mutu pendidikan. Agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik
dan lancar maka seorang pendidik harus mempunyai ciri utama,yaitu memiliki wibawa
atau kewibawaan. Kewibawaan yaitu “pengaruh positif normative yang di berikan kepada
orang lain atau anak didik dengan tujuan agar yang bersangkutan dapat mengembangkan
dirinya seoptimal mungkin.jadi kewibawaan tersebut mengandung unsur-unsur:
1)
Adanya pengaruh positif normative misalnya pendidik mengajak
peserta didik (secara formal) untuk datang tepat pada waktunya,maka pendidik juga
harus datang tepat pada waktunya, berarti menimbulkan kedisiplinan.
2)
Bertujuan sebagai pendidik juga harus mengetahui yang
akan di tuju di dalam proses pendidikan.
3)
Menerima pengaruh dari orang lain atau peserta didik.
4)
Pengembangan pendidik harus selalu mengembangkan diri seoptimal
mungkin.
Kewibawaan yang di
miliki oleh pendidik dalam pendidikan harus diusahakan dapat diterima oleh peserta
didik secara sukarela sehingga timbul kepatuhan pada peserta didik.sehingga peserta
didik menerima pengaruh dari pendidik bukan karena terpaksa atau karena takut tetapi
dengan suka rela dan penuh pengertian.Kalau tadi di katakan ada ciri utama,maka
sekarang ini ada ciri kedua yaitu pendidik harus mengenal secara pribadi anak/peserta
didik yang secara otomatis hafal sama asuhannya. Ciri yang ketiga ,pendidik harus
mau membantu peserta didik dalam arti peserta didik terus-menerus di bantu
melainkan pendidik harus mengetahui anak didik atau anak didik adalah “Aku”
yang berpribadi dan ingin bertanggung jawab dan ingin menentukan diri sendiri. Selain
itu,pendidik harus pintar mengatur jalannya belajar mengajar supaya anak didik
tidak bosan ,dengan cara metode yang akan di sampaikan kepada peserta didik.contohnya
melakukan observasi,mengadakan forum diskusi dan shering antara pendidik dan peserta
didik.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN.
Dari pembahasan
makalah ini, kami bisa menyimpulkan bahwa sekolah memiliki peranan penting dalam
ilmu pendidikan karena di sekolah tempat pembentukan karakter dan pribadi seseorang.dan
mutu pendidikan dapat di tingkatkan apabila seorang pendidik bisa memberi teladan
yang baik bagi orang-orang yang ada di sekitarnya maupun peserta didiknya.
SARAN
1.
Kami berharap dengan adanya makalah ini,bisa membantu
mahasiswa lebih mengetahui tentang
peranan-peran dan cara meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
2.
Kami menyusun makalah ini belum begitu sempurna
sehingga kami membutuhkan kritik dan saran dari pembaca untuk memperbaiki
penyusunan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi Abu & Uhbiyati Nur.2003.ilmu
pendidikan.jakarta. PT.Rineka Cipta.cet.2
Drs.B.Suryosubroto.2004.Manajemen Pendidikan di Sekolah.Jakarta:PT.Rineka
Cipta
Karsidi,rafik.
“Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Penerapan Teknologi Belajar jarak
jauh”.Universitas Terbuka Solo.25 September 2010
Syafi’I,Imam.“Lembaga-pendidikan-sebagai-agen-perubahan”,http://kangsaviking.wordpress.com.25
September 2011
Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar
Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar