Jumat, 23 November 2012

Pusat-pusat lembaga pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Tuntutan akan lulusan lembaga pendidikan yang bermutu semakin mendesak karena semakin ketatnya persaingan. Namun banyak  menghadapi  masalah-masalah misalnaya,perannan-peranan Pendidikan dan bagaimana meningkatkan mutu Pendidikan yang ditemukan dari kalangan masyarakat.
Dengan tugas makalah yang diberikan Bapak.Endik Deni Nugroho,S.Pd sebagai dosen mata kuliah “Pengantar Ilmu Pendidikan” kami berharap supaya bisa menyelesaikan  masalah-masalah  di atas . Pusat pendidikan meliputi lingkungan masyarakat tertentu tempat ia mengalami pendidikan.menurut  Ki Hajar dewantara lingkungan keluarga, lingkungan sekolahan lingkungan masyarakat, yang disebut tripusat pendidikan.Sekolah pada umumnya suatu tempat menimba Ilmu sedangkan Pendidikan adalah suatu kegiatan secara sadar serta di sengaja yang dilakukan untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup. 

                           


1.2 RUMUSAN MASALAH
Untuk lebih memperjelas permasalahan yang dimunculkan dikemukakan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
1.      Apa peranan sekolah dalam pendidikan?
2.      Bagaimana meningkatkan mutu pendidikan di sekolah?


1.3 TUJUAN PENULISAN MAKALAH
1.      Untuk mengetahui apa saja peranan sekolah dalam pendidikan
2.      Untuk mengetahui apa hubungan sekolah dengan pendidkan
3.      Memenuhi tugas mata kuliah “ Ilmu Pengantar Pendidikan” yang diberi oleh Bapak Endik Deni Nugroho,S.Pd sebagai dosen kami.



BAB II
PEMBAHASAN
1.      Peranan sekolah dalam pendidikan ?
Sebelum melangkah lebih jauh untuk membahas makalah ini ,perlu kita pahami terlebih dahulu apa itu sekolah dan Pendidikan.
A.    Sekolah
Sekolah merupakan tempat dimana anak didik ,kita maupun seseorang mendapatkan Ilmu Pendidikan
B.     Pendidikan
Dalam arti luas, pendidikan adalah berusaha membangun seseorang untuk lebih dewasa. Atau Pendidikan adalah suatu proses transformasi anak didik agar mencapai hal hal tertentu sebagai akibat proses pendidikan yang diikutinya Sebaliknya menurut jean praget pendidikan berarti menghasilkan atau mencipta walaupun tidak banyak. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup.
Menurut miramba, pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.Dalam Islam pendidikan didefinisikan sebagai berikut, bimbingan yang diberikan oleh seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam. Lebih jelasnya pendidikan adalah setiap proses di mana seseorang memperoleh pengetahuan, mengembangkan kemampuan/keterampilan sikap atau mengubah sikap.Secara garis besar, Pendidikan mempunyai fungsi sosial dan individual. Fungsi sosialnya adalah untuk membantu setiap individu menjadi anggota masyarakat yang lebih efektif dengan memberikan pengalaman kolektif masa lampau dan kini. Fungsi individualnya adalah untuk memungkinkan seorang menempuh hidup yang lebih memuaskan dan lebih produktif dengan menyiapkannya untuk menghadapi masa depan (pengalaman baru). Proses pendidikan dapat berlangsung secara formal seperti yang terjadi di berbagai lembaga pendidikan. Ia juga berlangsung secara informal lewat berbagai kontak dengan media komunikasi seperti buku, surat kabar, majalah, TV, radio dan sebagainya atau non formal seperti interaksi peserta didik dengan masyarakat sekitar. Sedangkan  secara etimologi paedagogie bersal dari bahasa yunani,terdiri dari kata “PAIS”, yang artinya anak, dan”AGAIN” di terjemahkan membimbing jadi, Paedagogie yaitu bimbingan yang di berikan kepada anak.Secara definitif  Pendidikan (Padagogie) diartikan oleh para tokoh pendidikan sebagai berikut;
a)      John Dewey
Pendidikan adalah: proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan manusia.
b)      Prof. Y. H. E. Y. Hoogeveld
Mendidik adalah: membantu anak supaya ia  cukup cakap menyelenggarakan tugas hidupnya atas tanggungjawabnya sendiri.
c)      Prof. Dr. M.Y.Langeveld
Mendidik adalah: mempengaruhi anak dalam usaha membimbingnya supaya menjadi dewasa.
d)     SA. Bratanata dkk.
Pendidikan adalah: usaha yang sengaja di adakan baik langsung maupun dengan cara tidak langsung untuk membantu anak dalam perkembangannya mencapai kedewasaannya.
e)      Rousseau
Pendidikan adalah: member kita perbekalan yang tidak ada pada masa anak-anak, akan tetapi kita membutuhkanny apa da waktu dewasa.


f)       Ki Hajar Dewantara
Mendidik adalah: menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar merka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
g)      G B H N
Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan keperibadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup.
h)      Dr. Sis Heyster
Mendidik adalah: membantu manusia dalam pertumbuhan,agar ia kelak mendapatkan kebahagian batin yang sedalam-dalamnya yang dapat tercapai olehnya dengan tidak menganggu orang lain.
Menurut pandangan penulis dalam hal ini pendidikan pada hakekatnya suatu kegiatan yang secara sadar dan di sengaja dan penuh tanggung jawabyang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak sehingga timbul intereaksi dari keduanya agara anak tersebut mencapai kedewasaan yang di cita-citakan dan berlangsung terus-menerus.
Pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pedidikan adalah: pengaruh, bantuan atau tuntutan yang di berikan oleh orang yang bertanggung jawab kepada anak didik.
Dari peguraian  di atas,sudah terlihat jelas bahawa sekolah mempunyai peran dalam pendidikan.karena pengaruhnya besar sekali dalam jiwa anak.dan juga sekolah merupakan lembaga pendidikan kedua setelah orang tua.
Pemerintah mendidik bangsanya untuk menjadi seorang ahli yang sesuai dengan bidang dan bakatnya si anak didik khususnya ilmu pedidikan yang berguna bagi dirinya, dan berguna bagi nusa dan bangsanya.(J.Bactiar Aftandie,1960).
Di sekolah kita mendapatkan ilmu pendidikan melalui para pengajar atau yang di kenal dengan istilah Guru.kerena guru adalah penganti orang tua apabila kita berada disekolah dan yang akan mengajari nilai keagamaan, nilai kesusilaan,nilai keindahan,nilai kemasyarakatan,nilai kebangsaan. Bagi anak yang masih besar minatnya untuk kuat fikirannya serta mampu biayanya.Masih bias melanjutkan studinya keperguruan tinggi selama tiga tahun atau lima tahun. Mengingat waktu dan pentingnya fungsi sekolah dalam ikut serta pembentukkan pribadi anak.menurut Jendral Soeharto pada  tanggal 2 mei tahun 1967,tugas sekolah yang penting adalah membentuk manusia pancasila sejati yaitu manusia yang ber “Tauhid”, ber-Perikemanusiaan, ber-Kebangsaan, ber-Kedaulatan Rakyat dan ber-Keadilan Sosial.


2.      Meningkatkan mutu pendidikan dalam sekolah?
Untuk bisa menghasilkan mutu, menurut Slamet (1999) terdapat empat usaha
mendasar yang harus dilakukan dalam suatu lembaga pendidikan, yaitu;
1.      Menciptakan situasi “menang-menang” (win-win solution) dan bukan situasi “kalah menang”diantara fihak yang berkepentingan dengan lembaga pendidikan (stakeholders). Dalam hal ini terutama antara pimpinan lembaga dengan staf lembaga harus terjadi kondisi yang saling menguntungkan satu sama lain dalam meraih mutu produk/jasa yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tersebut.
2.      Perlunya ditumbuhkembangkan adanya motivasi instrinsik pada setiap orang yang terlibat dalam proses meraih mutu. Setiap orang dalam lembaga pendidikan harus tumbuh motivasi bahwa hasil kegiatannya mencapai mutu tertentu yang meningkat terus menerus, terutama sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna/langganan.
3.      Setiap pimpinan harus berorientasi pada proses dan hasil jangka panjang. Penerapan manajemen mutu terpadu dalam pendidikan bukanlah suatu proses perubahan jangka pendek, tetapi usaha jangka panjang yang konsisten dan terus menerus.
4.      Dalam menggerakkan segala kemampuan lembaga pendidikan untuk mencapai mutu yang ditetapkan, harus dikembangkan adanya kerjasama antar unsur-unsur pelaku proses mencapai hasil mutu. Janganlah diantara mereka terjadi persaingan yang mengganggu proses mencapai hasil mutu tersebut. Mereka adalah satu kesatuan yang harus bekerjasama dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain untuk menghasilkan mutu sesuai yang diharapkan.
Dalam kerangka manajemen pengembangan mutu terpadu, usaha pendidikan tidak lain adalah merupakan usaha “jasa” yang memberikan pelayanan kepada pelangggannya, yaitu mereka yang belajar dalam lembaga pendidikan tersebut (Karsidi, 2000). pelanggan layanan pendidikan terdiri dari berbagai unsur paling tidak empat kelompok (Sallis, 1993). Mereka itu adalah pertama yang belajar, bisa merupakan mahasiswa/pelajar/murid/peserta belajar yang biasa disebut klien/pelanggan primer (primary external customers). Mereka inilah yang langsung menerima manfaat layanan pendidikan dari lembaga tersebut. Kedua, para klien terkait dengan orang yang mengirimnya ke lembaga pendidikan, yaitu orang tua atau lembaga tempat klien tersebut bekerja, dan mereka ini kita sebut sebagai pelanggan sekunder (secondary external customers). Pelanggan lainnya yang ketiga bersifat tersier adalah lapangan kerja bisa pemerintah maupun masyarakat pengguna output pendidikan (tertiary external customers). Selain itu, yang keempat, dalam hubungan kelembagaan masih terdapat pelanggan lainnya yaitu yang berasal dari intern lembaga; mereka itu adalah para guru/dosen/tutor dan tenaga administrasi lembaga pendidikan, serta pimpinan lembaga pendidikan (internal customers). Walaupun para guru/dosen/tutor dan tenaga administrasi, serta pimpinan lembaga pendidikan tersebut terlibat dalam proses pelayanan jasa, tetapi mereka termasuk juga pelanggan jika dilihat dari hubungan manajemen. Mereka berkepentingan dengan lembaga tersebut untuk maju, karena semakin maju dan berkualitas dari suatu lembaga pendidikan mereka akan diuntungkan, baik kebanggaan maupun finansial.Seperti disebut diatas bahwa program peningkatan mutu harus berorientasi kepada kebutuhan/harapan pelanggan, maka layanan pendidikan suatu lembaga haruslah memperhatikan masing-masing pelanggan diatas. Kepuasan dan kebanggaan dari mereka sebagai penerima manfaat layanan pendidikan harus menjadi acuan bagi program peningkatan mutu layanan pendidikan. Potensi perkembangan, dan keaktifan murid tentu saja merupakan yang paling utama dalam peningkatan mutu pendidikan. Perkembangan fisik yang baik, baik jasmani maupun otak, menentukan kemajuannya. Demikian pula dengan lainnya, misalnya bakat, perkembangan mental, emosional, pibadi, sosial, sikap mental, nilai-nilai, minat, pengertian, umur, dan kesehatan; kesemuanya akan mempengaruhi hasil belajar dan mutu seseorang. Untuk itu, maka perhatian terhadap paserta didik menjadi sangat penting.
seperti yang sudah di jelaskan di atas bahwa sekolah memiliki peran penting dalam pendidikan yaitu membentuk karakter dan pribadi anak.itu semua bisa berfungsi dengan maksimal apabila sekolah memiliki tenaga pendidik yang baik sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan. Agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik dan lancar maka seorang pendidik harus mempunyai ciri utama,yaitu memiliki wibawa atau kewibawaan. Kewibawaan yaitu “pengaruh positif normative yang di berikan kepada orang lain atau anak didik dengan tujuan agar yang bersangkutan dapat mengembangkan dirinya seoptimal mungkin.jadi kewibawaan tersebut mengandung unsur-unsur:
1)      Adanya pengaruh positif normative misalnya pendidik mengajak peserta didik (secara formal) untuk datang tepat pada waktunya,maka pendidik juga harus datang tepat pada waktunya, berarti menimbulkan kedisiplinan.
2)      Bertujuan sebagai pendidik juga harus mengetahui yang akan di tuju di dalam proses pendidikan.
3)      Menerima pengaruh dari orang lain atau peserta didik.
4)      Pengembangan pendidik harus selalu mengembangkan diri seoptimal mungkin.
Kewibawaan yang di miliki oleh pendidik dalam pendidikan harus diusahakan dapat diterima oleh peserta didik secara sukarela sehingga timbul kepatuhan pada peserta didik.sehingga peserta didik menerima pengaruh dari pendidik bukan karena terpaksa atau karena takut tetapi dengan suka rela dan penuh pengertian.Kalau tadi di katakan ada ciri utama,maka sekarang ini ada ciri kedua yaitu pendidik harus mengenal secara pribadi anak/peserta didik yang secara otomatis hafal sama asuhannya. Ciri yang ketiga ,pendidik harus mau membantu peserta didik dalam arti peserta didik terus-menerus di bantu melainkan pendidik harus mengetahui anak didik atau anak didik adalah “Aku” yang berpribadi dan ingin bertanggung jawab dan ingin menentukan diri sendiri. Selain itu,pendidik harus pintar mengatur jalannya belajar mengajar supaya anak didik tidak bosan ,dengan cara metode yang akan di sampaikan kepada peserta didik.contohnya melakukan observasi,mengadakan forum diskusi dan shering antara pendidik dan peserta didik.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN.
Dari pembahasan makalah ini, kami bisa menyimpulkan bahwa sekolah memiliki peranan penting dalam ilmu pendidikan karena di sekolah tempat pembentukan karakter dan pribadi seseorang.dan mutu pendidikan dapat di tingkatkan apabila seorang pendidik bisa memberi teladan yang baik bagi orang-orang yang ada di sekitarnya maupun peserta didiknya.



SARAN
1.      Kami berharap dengan adanya makalah ini,bisa membantu mahasiswa lebih mengetahui  tentang peranan-peran dan cara meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
2.      Kami menyusun makalah ini belum begitu sempurna sehingga kami membutuhkan kritik dan saran dari pembaca untuk memperbaiki penyusunan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi Abu & Uhbiyati Nur.2003.ilmu pendidikan.jakarta. PT.Rineka Cipta.cet.2
Drs.B.Suryosubroto.2004.Manajemen Pendidikan di Sekolah.Jakarta:PT.Rineka         Cipta
Karsidi,rafik. “Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Penerapan Teknologi Belajar jarak jauh”.Universitas Terbuka Solo.25 September 2010

Syafi’I,Imam.“Lembaga-pendidikan-sebagai-agen-perubahan”,http://kangsaviking.wordpress.com.25 September 2011

Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta















                                                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar